Asnat Bell, Seorang Guru Luar Biasa

sang guru

Ibu Asnat Bell adalah sosok guru honor yang selama sepuluh tahun tetap bertahan dengan gaji Rp. 50.000 per bulan di SD GMIT NUNUHENO, Desa Telukh, Kecamatan Amanuban Timur, pulau NTT. Desa dimana banyak anak – anak putus sekolah dan hidup dalam kemiskinan. Sebagai wali kelas dan guru berbagai mata pelajaran, ibu 3 anak ini mengajar mulai dari pagi sampai siang hari.

Sayangnya, dengan semangat mengajar dan mengabdi yang tinggi, ternyata tidak menjadi jaminan dirinya bisa menjadi PNS. Ibu Asnat Bell yang hanya lulusan SMA, harus melanjutkan ke jenjang pendidikan keguruan minimal D3 terlebih dahulu untuk diangkat menjadi pegawai negeri.

Kabar terkini gajinya sudah naik menjadi Rp. 100.000. Asnat Bell berharap pemerintah mengangkat dia menjadi PNS tahun ini. Semoga kisah Ibu Asnat Bell memberikan inspirasi kepada kita dan pemerintah menjadi peduli dengan Indonesia Timur.

Sumber
http://www.seribuguru.org/2013/03/perjuangan-asnat-bell-guru-honor.html

Nasib Mantan Kurir Surat Jaman Penjajahan

kurir surat

Usia yang sudah menginjak lebih dari satu abad, ia masih semangat pergi ke puncak dengan berjalan kaki untuk berkebun. Padahal jarak yang ia tempuh antara rumah sampai ke atas bukit kurang lebih tiga jam. Badannya masih terlihat kuat saat mencangkul lahan singkong garapannya.  Tamireja namanya, Siapa sangka laki – laki tersebut adalah mantan pejuang yang mengusir penjajah Belanda sebelum Indonesia merdeka. Ia dimedan perang tidak memanggul senjata melainkan sebagai kurir yang mengantar surat, senjata, dan peluru. Tamireja juga masih fasih berbahasa Jepang, serta masih hafal menyayikan lagu berbahasa Jepang. Disisi lain Sariwen ,istri dari Tamireja, mengaku iba atas nasib yang menipa suaminya karena tidak dihargai pemerintah. Dia berharap adanya perhatian khusus bagi pejuang veteran seperti suaminya agar bisa hidup layak.

Nasib serupa juga dialami Opa Jack Herman Kandow  atau yang sering dipanggil Opa Jack. Jasanya dimasa perang ternyata tidak menjamin dirinya untuk menikmati hari indah di masa tua. Perannya sebagai pembawa surat rahasia menjadikan Posisinya penting untuk pertahanan para pejuang kemerdekaan. Harapanya sama seperti pejuang veteran lainnya, “Semoga  Nasib para veteran makin diperhatikan.”

Sumber :

Okezone.com

Tribunnews.com

Hari Pahlawan

hari pahlawan

Peristiwa 10 November merupakan peristiwa sejarah yang dimiliki bangsa Indonesia. Didalamnya terdapat perang antara Indonesia dan Belanda. Karena pada tanggal tersebut  pertama kalinya pasukan Indonesia melakukan perang melawan tentara asing yang berlangsung setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Selain merupakan pertempuran pertama, pada tanggal 10 November pun tercatat dalam sejarah sebagai pertempuran terberat dan terbesar semasa sejarah dalam Revolusi Nasional Indonesia.

Pada tanggal 1 Maret 1942 Pulau Jawa merupakan tempat dimana tentara Jepang mendarat dan memasuki Indonesia. Setelah tujuh hari tentara Jepang memasuki Indonesia tepatnya pada tanggal 8 Maret 1942, melalui  Perjanjian Kalijati pemerintahan kolonial Belanda menyerah kepada tentara Jepang tanpa syarat. Dengan dijatuhkannya bom atom di Jepang (Hiroshima dan Nagasaki) bulan Agustus 1945 oleh Amerika Serikat, maka pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kalah tanpa syarat kepada Sekutu. Ketika melemah dan kekosongan kekuasaan dari para tentara asing, maka Ir Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 bulan Agustus tahun 1945.

Setelah para pejuang dan rakyat Indonesia berhasil mengalahkan tentara Jepang, maka para pejuang dan rakyat Indonesia berencana untuk melucuti persenjataan yang di miliki tentara Jepang. Maka pada saat itu terjadilah peperangan yang memakan banyak korban di berbagai daerah. Pada tanggal 15 September 1945 Jakarta di masuki tentara Inggris. Pada tanggal 25 Oktober 1945 tentara Inggris berpindah ke Surabaya dan mendarat di sana dengan mengatas namakan sebagai blok sekutu, yang membantu Indonesia untuk melucuti persenjataan tentara Jepang, serta membebaskan rakyat yang menjadi tawanan tentara Jepang dan membuat Jepang pulang kampung. Namun kedatangan tentara Inggris ke Indonesia selain untuk menjadi sekutu, merekapun memiliki misi rahasia untuk mengembalikan Indonesia sebagai negeri jajahan Belanda. Setelah pemerintah Indonesia mengetahui misi rahasia yang di bawa oleh tentara Inggris, maka rakyat Indonesia bergejolak dan mengadakan sebuah gerakan di berbagai daerah untuk melawan tentara Inggris dan Belanda.

Singkatnya, bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya makin memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur, pada tanggal 30 Oktober. Karena terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby itu, maka penggantinya, Mayor Jenderal Mansergh, mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umum. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan rakyat Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan serta menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6 pagi, tanggal 10 November 1945.

Pada tanggal 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan dahsyat, dengan mengerahkan sekitar 30000 serdadu, 50 pesawat terbang dan sejumlah besar kapal perang. Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak. Rupanya, Tentara Keamanan Rakyat (yang kemudian menjadi TNI) dianggap enteng, apalagi badan-badan perjuangan bersenjata (laskar-laskar dll) yang banyak dibentuk oleh rakyat. Tetapi, diluar dugaan pihak Inggris, ternyata perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu. Perlawanan rakyat yang pada permulaannya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Ternyata, pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh ditangan pihak Inggris. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Lantas bagaimana cara kita untuk meneruskan perjuangan  pahlawan  kita? Mungkin dengan menghayati serta mengamalkan hari pahlawan itu sendiri, sehingga tidak hanya sebagai hari peringatan biasa tanpa kita mengerti esensinya.

Saat ini Indonesia membutuhkan pahlawan modern, pahlawan  yang bisa melanjutkan perjuangan para pejuang dahulu yang rela mengorbankan diri demi orang lain. Seperti halnya guru-guru yang berada di daerah terpencil, Babah Akong yang selama belasan tahun menanam bakau di Meumare (http://greenstudentjournalists.blogspot.com/2011/09/our-green-inspiration-baba-akong-dan.html), serta Gendu yang merawat 10.000 orang sakit jiwa(http://news.liputan6.com/read/254387/engkong-gendu-setia-rehabilitasi-penderita-gangguan- jiwa), merekalah orang – orang yang rela berkorban demi orang lain dimasa sekarang ini. Berperang dengan menggunakan senjata tidak lagi digunakan,  melainkan perang melawan kebodohan serta menjadikan Indonesia yang bebas dari segala bentuk macam korupsi. Sehingga bangsa kita menjadi Indonesia yang damai, adil, dan demokratis. Semangat Hari Pahlawan!!.

 

 

 

Battle Of Surabaya ada di AFA 2013

Kita tidak hanya mengkonsumsi anime – anime Jepang, namun sekarang Indonesia sudah membentuk animenya sendiri, seperti film Battle Of Surabaya, pada film ini amine dijadikan sarana pembelajaran sejarah agar mudah dicerna terutama oleh anak – anak, akan tetapi sebagian orang berpendapat anime – anime Indonesia ini masih kurang dipublikasikan. Begitu berpengaruh, anime mampu membuat budaya -budaya yang menarik mulai dari cosplay hingga lagu – lagu anime yang sangat diminati masyarakat indonesia. namun kita tidak boleh lupa kebudayaan nilai – nilai bangsa yang harus diangkat meski menggunakan media – media yang berbeda.

Video liputan Metro TV selengakapnya ada disini

Battle of Surabaya, Bukti Animasi Lokal Tak Kalah Hebat

sctv

Dunia animasi memang menyimpan potensi yang menjanjikan, namun kenyataannya secara industri animasi Indonesia belum berbicara banyak. Banyak sekali kendala yang dihadapi diantaranya kurangnya dukungan dari pemerintah. Tidak dipungkiri banyak tenaga animator profesional Indonesia yang memilih membantu produksi film luarnegeri seperti di Malaysia. Jika film ini selesai dikerjakan maka Film Battle Of Surabaya akan menjadi film animasi 2d pertama yang digarap oleh anak bangsa.

liputan SCTV ihat disini

 

Battle of Surabaya @ Net. TV

net.

Sebuah film animasi karya anak bangsa berjudul Battle of Surabaya kini telah hadir , film ini mengusung peristiwa pertempuran 10 November di Jembatan Merah Surabaya.

Film Battle of Surabaya menceritakan petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan arek – arek Surabaya dan Tentara Keamanan Rakyat dalam peristiwa pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya.

Cerita ini merupakan adaptasi dari peristiwa 10 November  1945, selain tokoh – tokoh nyata, terdapat tokoh fiktif yang sengaja dibuat untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Pesan perang tentang semangat, cinta tanah air, dan perdamaian.

Lihat video Talk Show NET. TV disini

 

‘Battle of Surabaya’ the movie

The Battle of Surabaya back in 1945 has inspired the MSV production house to produce a 2D animated movie that follows the adventure of a 13-year-old shoe shiner, Musa, who sacrifices everything to help the freedom fighters.

In the movie, titled Battle of Surabaya, Musa serves as a courier, assigned to deliver secret messages on tactics and strategy during the battle, which broke out on Nov. 10, 1945. Along the way, the boy has to overcome many problems and ordeals to complete his missions.

The film aimed to convey a message of peace, humanity and heroism to people through Musa’s inner journey. That every person has the chance to become a hero. – from Aryanto Yuniawan (film Director) – Jakarta Post.

Liputan Jakarta Post lihat disini

Battle Of Surabaya

Ini dia film animasi 2D pertama Indonesia bergaya anime yang sedang ramai dibicarakan banyak orang di dunia maya. Film tersebut berjudul Battle Of Surabaya. Film ini diproduksi oleh MSV Pictures dan adegan –  adegan yang terdapat di film tersebut dibuat oleh STMIK Amikom Yogyakarta. Battle Of Surabaya (BoS) menceritakan tentang petualangan Musa, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi arek – arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya.

Cinemags edisi September 2013

 

Amikom Promosikan “Battle of Surabaya” di Dunia Maya

 

Dalam rangka publikasi film Battle of Surabaya (BoS) yang direncanakan tayang awal tahun depan, team marketing BoS mengenalkan pokok dari film-film tersebut. Salah stunya melalui jejaring social Facebook, dengan memanfaatkan penggunaan Fans Pages. Dengan akun Battle Of Surabaya The Movie.

Terbukti Fans Pages yang dibuat pada tanggal 24 Mei 2013 hingga kini tanggal 14 November 2013 memiliki total Likes yaitu sebanyak  90.603 akun FB dan terus bertambah.

Beberapa konten yang diposting merupakan bagian dari produksi film Battle of Surabaya. misalnya proses pembuatan Background melalui Sket Colour Script final painting, maupun screenshot dari film Battle of Surabaya, selain itu juga memperkenalkan beberapa tokoh – tokoh dari film BoS, yaitu Yumna dan Musa. Tokoh tersebut memiliki karakter yang sangat kuat dalam film, dan merupakan tokoh yang sangat inspiratif, karena membawakan pesan moral didalam cerita. selain itu juga beberapa kegiatan dari Crew BoS saat produksi Film.

Media Indonesia, Selasa, 9 Juli 2013

MSV Amikom Sabet Penghargaan Internasional

koran sindo

Prestasi kembali ditorehkan anak bangsa Indonesia. Kali ini MSV Pictures, yakni studio animasi milik Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AMIKOM Yogyakarta berhasil menyabet penghargaan internasional untuk kategori People’s Choice Award melalui produk animasi dua dimensi (2D) yang berjudul Battle of Surabaya (BoS) dalam ajang International Movie Trailer Festival (IMTF) 2013 baru-baru ini.

Koran SINDO | 3 Januari 2014

Page 3 of 612345...Last »