Pemberontakan Tentara Pembela Tanah Air (PETA)

Tentara PETA

PETA atau Pembela Tanah Air merupakan kesatuan militer yang dibentuk Jepang dalam masa pendudukan Jepang di Indonesia. Pembentukan PETA sendiri berawal dari surat Raden Gatot Mangkupradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) tepatnya pada bulan september 1943, surat itu sendiri berisi antara lain permohonan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu pemerintahan Jepang di medan perang Pada tanggal 14 Februari 1945, pasukan PETA di Blitar di bawah pimpinan Supriadi melakukan pemberontakan yang dikenal dengan nama “Pemberontakan PETA Blitar”. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tidak terlibat pemberontakan, baik dari satuan PETA sendiri maupun Heiho. Pimpinan dari pasukan pemberontak yaitu Supriyadi hilang dalam peristiwa ini, Sebagian meyakini dia tewas di tangan tentara Jepang dalam pertempuran.Sebagian lagi meyakini Supriyadi masih hidup. Namun pemberontakan Supriyadi menginspirasi anggota PETA dan Heiho yang lain untuk tidak selamanya tunduk pada Jepang. Continue reading

Sejarah Bambu Runcing

Sejarah Bambu Runcing

Bambu runcing merupakan senjata tradisional yang digunakan oleh tentara Indonesia dalam pertempuran melawan kolonialisme Belanda. Tepatnya pada tanggal 10 November1945 yang sekarang dirayakan sebagai Hari Pahlawan, bambu runcing selalu digunakan sebagai semangat kebangsaan bahwa selogan yang sering kita dengar seperti, saat perjuangan kita bisa merdeka hanya dengan bambu runcing melawan senjata api. Pada masa peperangan, bambu dibentuk meruncing itu layaknya tombak untuk menusuk musuh. Bambu runcing ini dibuat berkaitan dengan terbatasnya senjata modern yang ada dan untuk menunjukkan semangat di antara para prajurit sebagai warga sipil Indonesia. Continue reading

Page 1 of 11